JAKARTA (JagoanBerita).-Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun apabila tren penurunan harga minyak mentah dunia terus berlanjut.
Menurut Purbaya, kenaikan harga Pertamax hingga Rp16.250 per liter sebelumnya dipicu oleh lonjakan harga minyak global. Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami penyesuaian.
"Saat harga minyak dunia meningkat, kami terpaksa menyesuaikan sebagian harga BBM nonsubsidi. Namun untuk BBM subsidi tetap dipertahankan. Kondisi ini memang menimbulkan tekanan dan kegaduhan di masyarakat," ujarnya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI, Senin (22/6).
Ia optimistis kondisi ekonomi akan membaik setelah meredanya ketegangan geopolitik dan munculnya peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, perkembangan tersebut berpotensi menekan harga minyak dunia sehingga berdampak pada penurunan harga BBM nonsubsidi.
"Jika harga minyak dunia terus turun, maka harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya juga berpotensi turun. Ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Purbaya.
Di tengah tantangan ekonomi global, Purbaya menilai pasar keuangan domestik mulai menunjukkan perbaikan. Penguatan nilai tukar rupiah, rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), penurunan imbal hasil obligasi, serta masuknya arus modal asing menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Ia menambahkan, membaiknya sentimen pasar diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar, menurunkan biaya pendanaan, serta mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi pada periode mendatang.
Meski mengakui ketidakpastian global masih menjadi tantangan, Purbaya menilai langkah-langkah mitigasi yang diambil pemerintah sejauh ini berhasil menjaga ketahanan ekonomi nasional.
"Situasinya memang belum ideal, tetapi berbagai kebijakan yang ditempuh telah membantu ekonomi tetap tumbuh dengan baik hingga saat ini," ujarnya.
Purbaya berharap kondisi geopolitik yang semakin kondusif dan harga minyak yang lebih rendah dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian pada paruh kedua tahun ini.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Meski terjadi kenaikan harga, Purbaya menilai dampaknya terhadap inflasi relatif terbatas karena BBM nonsubsidi tersebut mayoritas digunakan oleh kendaraan pribadi dan bukan untuk distribusi barang atau angkutan logistik.
"Dampaknya terhadap inflasi seharusnya tidak besar karena Pertamax bukan bahan bakar utama untuk angkutan barang," jelasnya.***
Coca-Cola Europacifik Partners Indonesia Berikan Pelatihan Manajerial bagi Pelaku UMKM Sumedang
Harga Emas Antam dan Galeri24 Kompak Turun pada Rabu (8/7)
Maskot Apresiasi Bupati KDS : Dukungan Nyata Bupati KDS Dorong UMKM Tumbuh Pesat
Jadi Ikon Baru Soreang, Bupati KDS Resmikan Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia
Emma Dety: Jangan Biarkan Monumen Kopi Jadi Pajangan, Jadikan Penggerak Ekonomi
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!